Sejarah

Thomas Midgley: Penemu Hebat Namun Paling Berbahaya Di Dunia

Penemu Bensin dan Freon Thomas Midgley Junior

Thomas Midgley Penemu Bensin Hebat Namun Paling Berbahaya di Dunia –  Perkembangan zaman membawa perubahan dalam berbagai bidang seperti sains, teknologi hingga gaya hidup.

Sejumlah penemuan-penemuan penting oleh ilmuwan dunia sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup manusia. Namun tak selamanya penemuan-penemuan itu membawa dampak baik.

Salah satunya bahkan bisa membuat lingkungan berubah secara drastis dengan memperburuk lingkungan yang kita tinggali. Penemuan yang mungkin disesali karena berdampak buruk itu berasal dari seorang ahli kimia asal Beaver Falls, Pennsylvania.

Thomas Midgley: Penemu Hebat Namun Paling Berbahaya Di Dunia

Awal Karir Thomas Midgley, Sang Penemu Bensin

Dia adalah Thomas Midgley Jr, seorang ahli kimia dan insinyur kimia Amerika yang lahir pada 18 Mei 1889.

Penelitiannya berhasil menghasilkan minyak gas atau bensin dan juga klorofluorokarbon atau yang biasa disebut Freon.

Baca Juga: Misteri Unidentified Submerged Object (Uso), Seperti Apa?

Dua bahan kimia itu menjadi senyawa kimia paling berbahaya di dunia yang bertanggung jawab atas memburuknya lingkungan saat ini.

Meski Midgley mendapatkan banyak penghargaan atas penemuannya selama hidupnya,  tak dapat dipungkiri jika bahan bakar kendaraan dan lemari es menjadi penyebab perubahan iklim dan meracuni kesehatan manusia.

Lulus dengan gelar sarjana teknik mesin dari Universitas Cornell pada 1911, Midgley kemudian bergabung dengan General Motors 5 tahun berikutnya.

Dia bekerja dibawah bimbingan Charles Kettering di Laboratorium Riset Dayton. Bidang yang dia jalani yakni pengembangan kendaraan roda empat, dengan tugas khusus mengatasi permasalahan mesin.

Permasalahan paling utama mesin pada awal abad ke-20 tersebut yakni masalah knocking.

Saat kendaraan berjalan mendekati kecepatan maksimum, suara sangat bising dihasilkan oleh mesin. Membuat perjalanan tidak nyaman dan bisa membuat mesin itu sendiri rusak dan hancur.

Baca Juga: Kisah Margot Wolk, Pencicip Makanan Hitler Yang Jarang Diketahui

Riset yang dia lakukan selama beberapa tahun itu, membuahkan terobosan dengan penggunaan bahan bakar.

Midgley menemukan jika penggunaan timbal TEL (tetraethyl lead) pada bahan bakar bisa menghilangkan knocking itu. Bahkan, dia juga menemukan bahwa TEL membuat performa dan kecepatan mesin semakin meningkat.

TEL Mulai Dijual dan Berujung Berbagai Masalah

Kios Pom Bensin yang Menjual Ethyl Gas Karya Midgley

Senyawa kimia untuk bahan bakar temuannya, TEL, itu akhirnya dia patenkan. Dengan dukungan General Motor perusahaan dia bekerja, perusahaan minyak dan pabrik mobil, Midgley mulai menjual TEL untuk umum pada 1 Februari 1923. Dia memberi nama produknya itu dengan brand “Ethyl”.

Baca Juga: Benarkah Area 51 Tempat Riset Para Alien? Yuk, Kita Cari Tahu!

General Motors dan Standart Oil, membentuk perusahaan baru untuk menghandle proses produksi dan penjualannya. Midgley masuk dalam jajaran direktur dan ditunjuk menjadi Wakil Presiden perusahaan.

Perusahaannya, tidak pernah menyebut atau menggunakan kata “timbal” dalam promosi produknya itu.

Sebab timbal sudah dikenal sebagai bahan kimia berbahaya dan beracun. Perusahaan itu bersikeras jika produknya itu aman, namun di saat yang sama menghadapi bahaya yang terus menghantui.

Tepatnya pada Oktober 1924, bencana itu datang menimpa sebuah pabrik percobaan milik Midgley yang berada di New Jersey.

Sebanyak 5 Pekerja pabrik meninggal dunia, 35 lainnya mengalami tremor akut, halusinasi dan gejala gangguan kesehatan lainnya akibat keracunan timbal.

Midgley sendiri juga mengalami keracunan karena menghirup limbah TEL. Dia kemudian hanya membasuh tangannya untuk membuktikan bahwa temuannya itu aman dan tidak berbahaya.

Baca Juga: Tol Cipularang, Kecelakaan Maut Dan Kisah Mistis Di Baliknya

Dia akhirnya harus mengambil cuti untuk proses penyembuhannya, namun hal itu tak membuatnya memberi pembelaan atas TEL.

Alih-alih dia malah menyalahkan para pekerjanya karena tidak berhati-hati dan ceroboh saat melakukan eksperimen.

Pelarangan Penggunaan TEL

Skandal itu akhirnya menjadi pembahasan di senat Amerika, dan berencana itu melakukan larangan penggunaan TEL.

Namun hal itu tidak terjadi. Pihak berwenang yang melakukan investigasi dan studi menyatakan bahwa penggunaan TEL aman.

Hal itu tentu saja karena mendapat tekanan dari perusahaan. Bahkan setelahnya, kampanye dan promosi produk TEL dilakukan secara besar-besaran dan masif.

Baca Juga: Sejarah Singkat Revolusi Perancis

Dampak baru terjadi beberapa dekade berikutnya, dimana sejumlah kasus masalah karena penggunaan TEL bermunculan. Korban yang terdampak mayoritas adalah anak-anak.

Akhirnya pada 1970, TEL benar-benar dihapus, dan sampai saat ini hanya sedikit di beberapa tempat yang masih memproduksi.

Meski demikian kontaminasi karena TEL masih tersisa hingga sekarang, di tempat yang dulu sering menggunakan TEL sebagai bahan bakar.

Sang Penemu Bensin Dengan Freon-nya

Ilustrasi Lemari Es Jaman Dahulu

Penemuan Midgley yang bermasalah lainnya adalah klorofluorokarbon atau biasa dikenal dengan Freon.

Senyawa kimia ini dikembangkan karena adanya permasalahan pada lemari es di awal-awal pembuatannya. Sejumlah lemari es pertama yang diproduksi benar-benar tidak aman.

Baca Juga: Film Bertema Mental Illness Yang Tak Kalah Keren Dari Joker

Kandungan bahan kimia yang digunakan berupa amonia dan senyawa yang mudah terbakar. Sejumlah kasus kebakaran dan keracunan gas pun terjadi dalam penggunaan lemari es.

General Motors, perusahaan Midgley yang juga memproduksi lemari es itu mengalami penjualan yang lesu, karena hal tersebut.

Akhirnya pada 1930, Midgley dan tim ilmuwannya, berhasil menemukan senyawa pengganti, yakni Freon.

Untuk membuktikan tingkat keamanannya, Midgley bahkan menghirup Freon itu dan kemudian dia gunakan untuk meniup lilin.

Freon pun menjadi populer digunakan untuk sejumlah barang rumah tangga, seperti lemari es, pendingin ruangan dan berbagai produk kaleng semprot.

Baca Juga: 11 Letusan Gunung Berapi Paling Dahsyat Dalam Sejarah

Yang tidak diketahui Midgley adalah Freon bisa merusak lapisan ozon bumi, yang berfungsi menghalau sinar ultraviolet masuk secara langsung.

Lebih buruknya lagi, Freon banyak berperan dalam pemanasan global dan perubahan iklim secara ekstrim. Bahkan Freon lebih buruk dari karbon dioksida.

Konvensi Montreal pada tahun 1987, menerbitkan aturan pembatasan penggunaan Freon.

Namun, senyawa itu masih tetap berada di lapisan atmosfer bumi dan berdampak buruk. Penelitian menyebutkan bahwa masa aktif Freon bisa mencapai 140 tahun, sebelum benar-benar hilang di udara.

Hari-Hari Akhir Thomas Midgley, Sang Penemu Bensin

Ranjang Dengan Tali Pengerek Midgley

Sementara itu, Midgley mendapatkan banyak sekali penghargaan atas temuan-temuannya itu. Dia mendapat penghargaan seperti Medali Willard Gibbs, Medali Nichols, Medali Priestly, dan Medali Perkin. Midgley juga memegang 170 hak paten.

Baca Juga: 10 Penjahat Dunia Yang Paling Terkenal Dalam Sejarah

Midgley tidak sepenuhnya yang harus disalahkan dalam kasus ini. Bisnis dan korporasi lah yang sering mengabaikan dampak buruk sebuah produk, demi mendapatkan keuntungan yang melimpah.

Akhir hidup Midgley juga berakhir dengan tragis. Dia mengidap penyakit polio yang membuat tubuhnya cacat dan tidak bisa bergerak. Sehari-hari dia hanya berbaring di atas tempat tidur.

Midgley pun menciptakan tempat tidur yang memiliki kerekan, untuk mengangkat tubuhnya agar bisa duduk. Sayangnya dia justru meninggal karena terjerat tali kerekan di ranjang tersebut.

Mengungkap Rumah Hantu Di Film Conjuring

Previous article

Mengenal Sosok Roza Shanina: Sniper Wanita Penakluk Nazi

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.