Internasional

Sejarah Halloween: Budaya Bangsa Pagan Hingga Peristiwa Pemberontakan

Anak-anak Merayakan Halloween
Little kids trick or treating

Sejarah Halloween: Budaya Bangsa Pagan Hingga Peristiwa Pemberontakan – Di Amerika dan sejumlah negara di belahan dunia lainnya, saat perayaan Halloween pasti dimeriahkan dengan adanya Trick or Treat.

Anak-anak mengenakan kostum seram dan unik mendatangi rumah ke rumah, dengan membawa sebuah keranjang.

Mereka membunyikan bel dan meminta jajanan ataupun permen dari pemilik rumah. Jika tidak diberi, maka mereka akan menakut-nakuti si pemilik rumah.

Tradisi Trick or Treat (Dijahilin atau Mentraktir) ini sudah berlangsung sejak beberapa abad silam. Asal usulnya sedikit kabur, namun rupanya jejak-jejaknya masih bisa dilacak mulai dari festival Celtic kuno, hari libur Romawi hingga peristiwa politik di Kerajaan Inggris.

Sejarah Halloween: Asal Usul Tradisi Halloween Dari Bangsa Celtic Kuno

Perayaan Festival Samhain Bangsa Celtic Kuno

Sejarah Halloween dimulai dari masa kuno. Diketahui, tradisi Halloween sudah mengakar jauh sebelum era Kristen tepatnya saat perayaan festival Celtic kuno bernama Samhain. Festival kuno ini dilaksanakan setiap tanggal 31 Oktober.

Para bangsa Celtic, yang mendiami wilayah utara Inggris hingga Perancis 2000 tahun silam, percaya jika pada hari itu para arwah yang sudah meninggal pulang ke rumah.

Bangsa Celtic pun menggelar acara adat, berkumpul bersama dan membuat api unggun yang sangat besar. Mereka bahkan memberikan pengorbanan atau tumbal dan juga melakukan sesembahan khusus kepada para arwah.

Dalam festival adat itu, bangsa Celtic kerap mengenakan kostum-kostum dari kulit hewan untuk mengusir roh-roh jahat. Sejumlah meja dengan penuh makanan seserahan, diletakkan untuk menenangkan roh jahat yang tidak diundang.

Beberapa abad berikutnya, orang-orang mulai memakai kostum hantu dan makhluk-makhluk gaib lainnya. Mereka bertingkah aneh dan lucu untuk mendapat imbalan berupa makanan juga minuman.

Kostum-kostum ini pun kemudian dikenal dengan istilah “Mummy” di zaman pertengahan dan dianggap sebagai pendahulu budaya Trick or Treat.

Di abad ke-9, Kristenisasi sudah mulai terjadi di wilayah bangsa Celtic dan kemudian membaur dengan budaya pagan setempat.

Kemudian setiap tanggal 2 November gereja-gereja di sana mengadakan acara “Hari Roh (All Soul’s Day)” untuk menghormati mereka yang sudah mati.

Perayaan yang kemudian dilaksanakan hampir di seluruh wilayah Inggris ini, mengadopsi festival Samhain. Festival ini lengkap dengan acara api unggun besar dan kostum topeng.

Warga yang miskin mendatangi rumah-rumah orang kaya menawarkan pembacaan doa dengan imbalan makanan. Budaya ini lambat laun dilakukan oleh anak-anak.

Sementara itu di Irlandia dan Skotlandia, orang-orang mengenakan kostum dalam tradisi bernama “Guising” dan mendatangi rumah-rumah.

Alih-alih menawarkan pembacaan doa, mereka menyanyikan lagu, membaca puisi dan bercerita lucu dengan imbalan buah-buahan, kue hingga uang koin.

Pemberontakan Guy Fawkes di Inggris

Festival Guy Fawkes Night di Inggris

Tradisi Trick or Treat juga diadopsi dalam perayaan tahunan Guy Fawkes Night atau yang juga dikenal dengan Bonfire Night. Tradisi pada malam hari itu diadakan untuk mengenang pemberontakan Gunpowder Plot di tahun 1605.

Gunpowder Plot sendiri merupakan upaya pembunuhan King James I yang merupakan penganut Protestan, oleh sekelompok tokoh Gereja Katolik Inggris yang dipimpin oleh Robert Catesby.

Rencana pemberontakan itu dilakukan dengan peledakan House of Lord saat acara rapat parlemen akbar pada 5 November 1605.

Adalah Guy Fawkes atau Guido Fawkes, seorang prajurit Spanyol yang diberi tugas meledakkan gedung tersebut. Sayangnya ada yang melaporkan rencana tersebut ke pejabat setempat.

Guy Fawkes pun ditangkap di lokasi bersama dengan puluhan barrel bahan peledak. Dia kemudian ditangkap dan disiksa hingga akhirnya mengakui segala perbuatannya.

Menjelang hari eksekusi, Guy Fawkes jatuh dari tempat penggantungan dan lehernya patah. Peristiwa itu pun diperingati dengan pembakaran patung Guy Fawkes di api unggun disertai dengan penyalaan kembang api.

Kemudian anak-anak dengan mengenakan topeng Guy Fawkes yang terkenal itu, berkeliling di jalanan kota untuk meminta uang dan jajanan.

Sejarah Halloween Berkembang di Amerika dan Dunia

Halloween dan Trick or Treat Berkembang di Amerika

Di Amerika sendiri pada abad 19 pertengahan, para kolonial merayakan hari Guy Fawkes. Para imigran yang berasal dari Inggris dan Irlandia juga ikut mempopulerkan tradisi ini yang kemudian dikenal dengan nama Halloween.

Di awal abad ke-20, komunitas-komunitas orang Irlandia dan Skotlandia menghidupkan kembali tradisi “Peringatan Orang Mati” dan “Guising” di Amerika.

Sejumlah aksi jahil, prank dan lelucon juga menjadi aktivitas baru saat perayaan Halloween yang mayoritas dilakukan oleh remaja-remaja tengil.

Krisis ekonomi menerjang Amerika yang dikenal dengan istilah “Great Depression” juga berpengaruh terhadap perkembangan perayaan tradisi Halloween. Tradisi itu kemudian melenceng dan berujung pada tindakan vandalisme, kekerasan hingga penyerangan sporadis ke orang-orang.

Namun, perayaan Halloween mulai ditinggalkan saat pecahnya Perang Dunia Ke-2, seiring dengan aturan pembatasan bahan makanan, khususnya gula saat perang. Dengan pembatasan bahan makanan ini, maka pemberian imbalan jajanan saat Trick or Treat juga terganggu.

Namun pasca perang, perayaan Halloween mulai mendapatkan lagi tempatnya di masyarakat. Dengan cepat, Halloween menjadi perayaan wajib tiap tahunnya bagi anak-anak di Amerika, bahkan seluruh dunia.

Dihapuskannya pembatasan bahan makanan, terutama gula, membuat pabrik permen menggelar promosi besar-besaran. Mereka mengkampanyekan permen sebagai hadiah dalam Trick or Treat.

Kampanye itu berhasil sukses, dan pabrik-pabrik tersebut mendapat keuntungan besar. Sementara tradisi Halloween kini menjadi sangat booming dan identik dengan pemberian permen.

Nah, itulah sejarah tradisi Halloween dari masa ke masa yang perlu kita ketahui.


Baca Juga:

Film Bertema Mental Illness Yang Tak Kalah Keren Dari Joker

Previous article

5 Kecelakaan Kereta Api Indonesia Paling Dahsyat

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.