Internasional

Operasi Babylift: Misi Evakuasi Massal Anak-Anak Yatim Perang Vietnam

Misi Evakuasi Operasi Babylift Vietnam
Gambar: Natgeo

Operasi Babylift: Misi Evakuasi Massal Anak-Anak Yatim Perang Vietnam – Sebuah misi kemanusiaan dilakukan pada tahun 1975 saat terjadinya perang Vietnam.

Tujuan dari misi yang bernama Operasi Babylift ini yakni untuk menyelamatkan para bayi dari perang.

Bayi-bayi itu dievakuasi massal keluar Vietnam untuk kemudian ditampung di negara-negara sekutu seperti Australia, Kanada dan Perancis, untuk selanjutnya dicarikan adopter.

Operasi Babylift: Misi Kemanusiaan Evakuasi 3 Ribu Jiwa Anak Yatim

Suasana Evakuasi Anak-Anak Perang Vietnam - airportjurnals

Gambar: airportjurnals

Penggagas misi Operasi Babylift ini adalah para sukarelawan perang Vietnam, yang kemudian mendapat dukungan dari Presiden Amerika Gerald Ford. Misi ini dilakukan pada tanggal 2 sampai 28 April 1975.

Misi ini sukses mengevakuasi 3,300 bayi dan anak-anak, meski jumlah seluruhnya lebih dari itu.

Sebab, dalam perjalanannya, terjadi berbagai macam kendala hingga pesawat yang ditumpangi jatuh dan membuat seluruh penumpangnya meninggal.

Baca Juga: Mirisnya Kondisi Sungai Gangga, Tempat Suci Yang Sekarat

Salah satu orang yang mengisahkan operasi ini adalah Ian W. Shaw, seorang sejarawan asal Australia. Shaw, mengumpulkan berbagai kesaksian dari para perawat yang terlibat dalam misi kemanusiaan besar tersebut. Kedua perawat itu bernama Rosemary Taylor dan Margaret Rose.

Kedua perawat itu sebelumnya adalah seorang biarawati di Adelaide Australia. Mereka kemudian memutuskan untuk terbang ke Vietnam untuk menjadi sukarelawan perang. Keduanya, menjadi perawat dalam perang Vietnam selama kurang lebih 8 tahun lamanya.

Gelombang pengungsi besar-besaran akibat perang terjadi. Mereka mengungsi ke sejumlah negara tetangga atau ikut dalam evakuasi yang dilakukan pihak sekutu.

Sementara itu, anak-anak tanpa orang tua karena jadi korban perang, terlantar. Sebagian anak-anak diselamatkan dan ditampung ke sejumlah panti asuhan.

Baca Juga: 77 Kata-Kata Bijak Dan Kata-Kata Motivasi Terbaik

Taylor dan Rose diberi tugas untuk mengurus sebuah panti asuhan dan mencarikan orang tua bagi para anak yatim yang tinggal di sana.

Kenyataan pahit mereka terima, karena 90% anak-anak yatim yang berada di sana, dibawa ke Vietnam Selatan untuk kemudian dihukum mati.

Melihat kondisi ini, mereka berdua mendirikan agensi adopsi sendiri. Mencarikan para anak-anak itu orang tua, sebelum dibawa ke Vietnam Selatan untuk menjalankan hukuman.

Dibantu dengan para sukarelawan dan fasilitas seadanya, mereka mulai mengevakuasi para anak-anak yatim itu.


Evakuasi Pertama, Pesawat Jatuh

Para Penumpang Pesawat Evakuasi Operasi Babylift - fordlibrarymuseum

Gambar: Ford Library Museum

Berbagai kendala dialami oleh Rose dan Taylor, hingga menjelang akhir perang Vietnam, pemerintah Amerika mendengar adanya peristiwa evakuasi ini.

Baca Juga: Misteri Unidentified Submerged Object (Uso), Seperti Apa?

Kabar ini diterima oleh asisten Presiden Ford, Theodore Marrs di Washington D.C dalam sebuah memo kecil. Dia kemudian menyampaikannya kepada Presiden.

Presiden Ford pun menggelar rapat dan memutuskan mendukung Operasi Babylift. Pemerintah mengucurkan dana besar untuk memfasilitasi.

Konferensi pers yang digelar kemudian, menampilkan sosok sang Presiden yang mengumumkan bahwa pemerintah Amerika mengizinkan dan mendukung penuh operasi.

Presiden Ford Menggelar Konferensi Pers Terkait Operasi Babylift

Gambar: Ford Library Museum

Rencananya, para anak-anak itu akan diangkut ke luar dari Vietnam menggunakan pesawat terbang.

Namun karena kurang matangnya rencana dan kondisi yang buruk, penerbangan pertama itu gagal.

Baca Juga: 10 Sengketa Wilayah Paling Kontroversial Di Dunia

Saat lepas landas, pengunci kargo belakang pesawat C-5 A Galaxy rusak. Pintunya pun kemudian meledak dan membuat sayap belakang pesawat hancur.

Pilot kemudian berusaha untuk melakukan pendaratan darurat di Bandara Militer Tan Son Nhut. Sayangnya belum sampai di Runway, pesawat tersebut menghantam rawa-rawa sekitar bandara.

Hantaman itu mengenai bagian geladak pesawat di mana para penumpang berada. Sebanyak 138 penumpang meninggal dunia, diantaranya 78 anak-anak dan 35 orang dewasa.

Kabar kecelakaan pesawat dan gagalnya misi pertama, diterima oleh Presiden Ford. Dirinya menegaskan bahwa kecelakaan ini bukan akhir dari segalanya. Misi evakuasi anak-anak yatim itu harus terus dilanjutkan.

Baca Juga: 7 Jembatan Dengan View Paling Spektakuler Di Dunia

Dirinya mengatakan bahwa kecelakaan itu tidak akan menghalangi pihaknya untuk memberikan harapan hidup yang lebih baik bagi para anak-anak yatim korban perang itu.


Bandara Dibombardir Tentara Vietnam

Warga Amerika Menyambut Anak-Anak Untuk Kemudian Diadopsi

Gambar: Ford Library Museum

Pada 17 April 1975, karena pihak Vietnam sudah mulai memasuki wilayah sekutu, Presiden Ford meminta agar proses evakuasi dipercepat. Puncak evakuasi massal terjadi pada tanggal 20 hingga 28 April 1975.

Baca Juga: 10 Penjahat Dunia Yang Paling Terkenal Dalam Sejarah

Dalam setiap harinya, ada 40 pesawat terbang lepas landas dari Saigon untuk mengevakuasi para warga yang mayoritas anak-anak itu.

Tak hanya warga Amerika dan sekutu, evakuasi juga dilakukan terhadap warga Vietnam itu sendiri yang terdampak perang.

Sebenarnya, pesawat-pesawat tersebut hanya berkapasitas 100 orang. Namun saat evakuasi, jumlah penumpang tiap pesawat bisa mencapai 180 orang. Melebihi kapasitas yang seharusnya.

27 April, pasukan Vietnam sudah berada dekat dengan wilayah sekutu. Bahkan bandara tempat evakuasi sudah masuk dalam jangkauan roket mereka.

Kondisi di Saigon semakin memburuk dan tidak bisa dikendalikan lagi oleh pihak sekutu. Pada 28 April, Vietnam membombardir bandara Tan Son Nhut.

Baca Juga: Benarkah Area 51 Tempat Riset Para Alien? Yuk, Kita Cari Tahu!

Runway bandara pun dibanjiri dengan pesawat dan lautan manusia yang berharap segera dievakuasi. Akhirnya, pada pagi tanggal 29 April, evakuasi menggunakan pesawat resmi dihentikan.

Warga pengungsi yang tersisa, dievakuasi menggunakan helikopter untuk kemudian dialihkan ke kapal laut untuk dievakuasi. Total, sekitar 40 ribu jiwa berhasil dievakuasi dan 3 ribu diantaranya merupakan anak-anak yatim korban perang.

Di Bandara San Francisco, Presiden Ford bersama istri dan sejumlah pejabat, menyambut kedatangan para pengungsi.

Para warga Amerika juga antusias, untuk bisa segera mengadopsi para anak-anak yatim yang sudah berhasil dievakuasi tersebut.

Baca Juga: Munculnya Virus Komputer dan Cara Penanggulangannya

Kisah Chop Suey, Perjuangan Imigran Cina Lewat Kuliner

Previous article

Film Bertema Mental Illness Yang Tak Kalah Keren Dari Joker

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.