Sejarah

11 Letusan Gunung Berapi Paling Dahsyat Dalam Sejarah

letusan gunung berapi paling dahsyat Gunung Krakatau/Krakatoa

11 Letusan Gunung Berapi Paling Dahsyat Dalam Sejarah – Hingga kini tercatat 11 letusan dahsyat gunung berapi yang disusun berdasarkan jumlah korban  yang diakibatkannya.

Ternyata 4 di antara 11 letusan gunung berapi paling dahsyat dalam sejarah ini berada di Indonesia.

Letusan gunung berapi tersebut benar-benar dahsyat sehingga mampu mempengaruhi iklim, peradaban, bahkan bentuk peta dunia sendiri hingga saat ini.

Jadi, gunung apa saja yang punya letusan paling dahsyat dalam sejarah?

11 Letusan Gunung Berapi Paling Dahsyat Dalam Sejarah

11. Gunung Lamington (Papua Nugini)

letusan gunung berapi paling dahsyat Mount Lamington (Papua Nugini)

Lamington adalah gunung api dengan ketinggian 1,680 meter yang terletak di Papua New Guinea.

Baca Juga: 10 Penjahat Dunia Yang Paling Terkenal Dalam Sejarah

Sialnya hingga tahun 1951, penduduk setempat di Provinsi Oro ini mengira gunung tersebut hanyalah gunung biasa yang ditumbuhi pepohonan.

Hingga suatu malam pada 18 Januari, lahar dan asap mulai untuk keluar dari puncaknya, dan tiga hari kemudian, sebuah ledakan sangat besar dari sisi utara, menyebabkan langit ditutupi debu tebal dan gerimis magma bercampur uap sulfur.

Dalam beberapa bulan kemudian getaran dan letusan terus berlanjut hingga radius 10 mil. Ledakannya menyebabkan total hampi 3,000 kematian.


10. Gunung Papandayan (Indonesia)

Gunung Papandayan

Papandayan adalah sebuah gunung api semi-aktif yang terletak di pulau Jawa, Indonesia. Pada 1772, gunung api ini meletus menghancurkan 40 desa di dekatnya.

Lebih dari 3,000 orang terbunuh. Gunung api ini diperkirakan masih sangat berbahaya dan terus mengeluarkan asap dan letusan-letusan di tahun 1923, 1942, dan terus meningkatkan kekuatannya di tahun 2002.


9. Gunung Kelud (Indonesia)

letusan gunung berapi paling dahsyat Gunung Kelud

Sejak abad ke-15, Gunung Kelut telah memakan korban lebih dari 15.000 jiwa. Letusan gunung ini pada tahun 1586 merenggut korban lebih dari 10.000 jiwa.

Sebuah sistem untuk mengalihkan aliran lahar telah dibuat secara ekstensif pada tahun 1926 dan masih berfungsi hingga kini setelah letusan pada tahun 1919 memakan korban hingga ribuan jiwa akibat banjir lahar dingin menyapu pemukiman penduduk.


8. Gunung Unzen (Jepang)

letusan gunung berapi paling dahsyat Gunung Unzen jepang

Unzen yang terdiri dari beberapa lapis stratovolcanoes terletak di daerah Kyushu, Jepang. Gunung api setinggi 1,500 meter ini masih aktip hingga kini.

Pada tahun 1792 beberapa kubah lahar roboh, menyebabkan tsunami yang membunuh lebih 15,000 orang.

Sebuah letusan terbaru di tahun 1991 telam membunuh lebih dari 40 orang dan menyebabkan kerusakan luar biasa pada bangunan-bangunan disekitarnya.


7. Gunung Ruiz (Kolumbia)

letusan gunung berapi paling dahsyat Gunung Ruiz (Kolumbia)

Nevado Del Ruiz, Kolumbia, dikenal karena laharnya yaitu mudflow atau longsoran yang terdiri atas air dan material pyroclastic yang mengalir dan mematikan.

Baca Juga: Pendakian Gunung Prau dari Dieng, Mempesona Setiap Waktunya

Di tahun 1595, sebanyak 635 orang terbunuh setelah lumpur yang yang mendidih seperti dituangkan ke dalam sungai Guali dan Lagunillas, dan di tahun 1845 lebih dari 1,000 orang tewas.

Kota Armero yang dibangun di atas magma yang mengering telah kehilangan hampir seluruh populasi penduduknya ketika di tahun 1985, sebuah letusan telah mengalirkan lahar dengan kecepatan 40 mil per jam dan mengubur kota. Lebih dari 23,000 orang tewas.


6. Gunung Pelee (Prancis)

Gunung Pelee (Prancis)

Gunung api yang terletak di Martinique, kini menjadi tujuan wisatawa di Perancis yang populer untuk mengenang bahwa sesuatu yang sangat mematikan telah terjadi di sini.

Baca Juga: Menikmati Sunrise Gunung Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Pada tahun 1902, sebuah letusan yang terbesar di abad 20 terjadi di sini dan menewaskan lebih dari 30,000 orang.

Dimulai dengan letusan kecil beruntun yang hanya mengeluarkan asap, belerang dan debu dan pada April 1902, gunung api ini tidak sepenuhnya meletus sampai tanggal 8 Mei 1902.

Air mancur lahar yang menyala, dan awan beracun meluncur deras dengan kecepatan 600 mil per jam dari gunung api tersebut.

Baca Juga: 7 Jembatan Dengan View Paling Spektakuler Di Dunia

Dengan temperatur 1075 derajat, lahar telah mendidihkan kota St.Pierre bawahnya. Kota terbakar berhari-hari kemudian. Hanya dua orang yang selamat pada waktu itu.


5. Gunung Krakatau/Krakatoa (Indonesia)

Gunung Krakatau/Krakatoa

Krakatoa, juga dikenal sebagai Krakatau, adalah pulau vulkanis yang still-dangerous, terletak di Selat Sunda, Indonesia.

Baca Juga: 8 Foto Pemandangan Sunrise dan Sunset Indah di Gunung

Bulan Agustus 1883, sebuah rangkaian ledakan dahsyat yang mengerikan dengan kekuatan 13,000 kali lebih besar dari bom Hiroshima. Ledakannya terdengar hingga ke Perth, Australia.

Muntahan lebih dari 21 kilometer kubik batu dan debu membumbung hingga setinggi 70 mil. Secara resmi, lebih dari 37,000 orang tewas. Namun dengan tsunami yang ditimbulkannya, korban sepertinya bisa lebih besar lagi.


4. Gunung Tambora (Indonesia)

Gunung Tambora

Tambora adalah gunung api aktip dari 130-an gunung api yang yang ada di Indonesia.

Gunung raksasa setinggi 4,300 meter telah ‘melakukan’ serangkaian ledakan dari April hingga Juni di tahun 1815 dan mengguncangkan dunia dengan after-effect-nya yang mengubah stratosfir dan menyebabkan kelaparan yang buruk hingga ke US dan Eropa pada abad ke 19.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Gunung Terbaik Favorit Pendaki di Pulau Jawa

Batu merah berpijar menghujani angkasa ketika sepenuhnya gunung tersebut meletus. Semua tumbuh-tumbuhan pada pulau dimana gunung tersebut berada dibinasakan oleh lahar dan awan beracun. Secara keseluruhan, lebih 71,000 orang tewas karena terbakar, kelaparan ataupun keracunan.


3. Gunung Vesuvius

Gunung Vesuvius

Gunung api ini menjadi nomor dua untuk kekejamannya, menyebabkan kematian hingga 25,000 nyawa.

Baca Juga: Gunung Batu Lembang: Wisata Lembang yang Sering Terlewatkan

Ketika Vesuvius dengan letusan yang maha dahsyat di tahun 79 SM, sepenuhnya telah menguburkan kota Pompeii di bawahnya dengan memuntahkan ‘isi perutnya’ selama 20 jam nonstop.

Sejak itu, gunung api ini meletus lusinan kali dan terakhir pada tahun 1944 beberapa desa didekatnya telah dibinasakan.


2. Gunung Laki (Islandia)

Gunung Laki (Islandia)

Laki adalah sebuah gunung api di Islandia yang legendaris yang telah tertidur sejak letusan terakhirnya yang sangat dahsyat di tahun 1783.

Baca Juga: Tips Mendaki Gunung Untuk Siapapun

Dengan ketinggian 1.725 meter, gunung api ini menyebabkan kerusakan di seluruh negara ketika secara spektakuler meletus, membunuh di atas 50% populasi makhluk hidup di Islandia dengan awan belerang dan fluorine beracunnya.

Kelaparan menjadi penyebab matinya 25% populasi tersebut. Air mancur lahar memancar hingga 1.400 meter tingginya. Seluruh dunia merasakan akibat dari letusan tersebut.

Baca Juga: Catatan Pendakian ke Gunung Semeru, Jawa Timur

Awan beracun menyebar hingga ke Eropa, menutupi langit belahan bumi bagian utara yang menyebabkan musim dingin datang lebih awal di Inggris dan membunuh 8.000 orang.

Di Amerika Utara, musim dingin 1784 menjadi musim dingin terpanjang dan paling dingin yang pernah tercatat.

Baca Juga: Gunung Slamet: Perjalanan ke Titik Tertinggi Jawa Tengah

Ada catatan lebih banyak salju di New Jersey, sungai Mississippi membeku di New Orleans, dan di ditemukan es di Teluk Mexico!.

1. Gunung Toba Supervolcano (Indonesia)

Gunung Toba Supervolcano

Kajian palaeogeografi ahli asal AS mengetengahkan temuan terkini tentang letusan dahsyat gunung Toba di Sumatera Utara yang menyajikan bukti tak terbantahkan.

Baca Juga: Pendakian Gunung Sumbing 3371 Mdpl: Sepenggal Cerita di Hari Pertama Puasa

Betapa letusan “mega-colossal” gunung berapi zaman purbakala yang terjadi 73.000 tahun silam menimbulkan dampak dahsyat luar biasa hingga memusnahkan keberadaan kawasan hutan di anak benua India yang letaknya terpisah sejauh 3.000 mil dari pusat letusan yang kini menjadi danau Toba.

Bukti-bukti riset mencakup debu sampel penelitian yang ditemukan di lokasi daratan India, Samudera Hindia, Teluk Benggali, dan laut China Selatan dari kejadian.

Salah satu letusan gunung berapi paling dahsyat dalam sejarah ini ini diperkirakan melontarkan material dan debu vulkanis hingga 800 km³ ke atmosfir bumi dan membuat gunung berapi zaman purbakala tersebut lenyap.

Yang tersisa hanyalah kawah di muka bumi yang kini menjadi danau Toba dengan dimensi panjang 100km dan lebar 35km menjadi bukti peninggalan danau vulkanis terbesar sejagat.

Baca Juga: Menanjaki Gunung Ciremai 3.078 Mdpl, Garut, Jawa Barat

Digambarkan kedahsyatan dampak letusan ini menjadikan partikel debu pada lapis atmosfir menghalangi sinar matahari ke bumi serta memantulkan kembali panas radiasi hingga selama selang 6 tahun hingga serta merta memunculkan zaman “Instant Ice Age” di muka bumi yang berdasarkan analisa penelitian lapisan es di Greenland zaman es ini berlangsung selama 1.800 tahun.

Jika ditelaah dari data skala VEI : (Volcanic Explosivity Index) yang dipergunakan USGS (Geological Survey Amerika Serikat), letusan luar biasa gunung Toba zaman purbakala ini diklasifikasikan kategori VEI: 8 hingga disebut “mega-colossal” yang antara lain dicirikan dari besaran volume lontaran material vulkanis letusan -/+ 1.000 km³.

Sebagai perbandingan letusan g. Tambora (th. 1815) di kepulauan Nusa Tenggara termasuk dalam skala VEI: 7 , sedangkan peristiwa dahsyat letusan g. Krakatau (th.1883) hingga tinggal menyisakan pulau Anak Krakatau sekarang ini termasuk dalam VEI : 6.

Baca Juga: Pendakian Gunung Cikuray, Garut – Jawa Barat

Pada gilirannya letusan “mega-colossal” gunung berapi Toba berdampak pula terhadap proses evolusi manusia di muka bumi, walau ini masih menjadi kontroversi diantara kalangan ilmuwan.

Prof. Ambrose sendiri berpegang kajian risetnya yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah “Journal of Human Evolution” pada tahun 1998 termasuk ahli yang meyakini bahwa letusan mega volcano Toba dan kemunculan Zaman Es sesudahnya menjadikan keadaan relatif kurangnya keragaman genetika yang ada pada manusia modern sekarang ini.

Baca Juga: Pengalaman Pertama, Beratnya Pendakian, dan Cerita Mistis: Catatan Pendakian ke Gunung Merbabu, Jawa Tengah

Bahkan dinyatakannya peristiwa luar biasa ini nyaris mengakibatkan manusia punah dari muka bumi.

7 Jembatan Dengan View Paling Spektakuler Di Dunia

Previous article

Kisah Chop Suey, Perjuangan Imigran Cina Lewat Kuliner

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.