Internasional

Benarkah Area 51 Tempat Riset Para Alien? Yuk, Kita Cari Tahu!

Benarkah Area 51 Tempat Riset Para Alien? Yuk, Kita Cari Tahu! – Hampir sekitar 2 juta orang sudah menandatangani petisi, yang menyerukan untuk menyerbu Area 51.

Area 51 merupakan sebuah pangkalan militer di daerah Rachel, Nevada. Tujuan dari diadakannya event ini karena mereka selama ini penasaran dengan aktivitas yang ada di sana.

Berita yang beredar, tempat itu merupakan fasilitas untuk penelitian alien. Mereka menyerbu dengan harapan bisa menemukan adanya bukti soal keberadaan alien tersebut.

Meski petisi event itu hanya bentuk keisengan semata dan bahkan disebut hoax, pejabat pemerintah setempat memperkirakan puluhan ribu orang bakal tetap datang.

Tanpa adanya petisi itu pun, Area 51 sudah jadi tujuan kunjungan masyarakat seluruh dunia, karena mitos yang beredar.

Tempat ini diyakini banyak orang menjadi tempat riset alien dan kendaraan serta pesawat aneh yang teknologinya tidak berasal dari dunia ini.

Markas Militer Rahasia di Tengah Gurun

Foto Udara Kawasan Area 51 - bbc

Gambar: Natgeo

Sekitar 200 kilometer ke arah barat laut Las Vegas, di sekitar antara mil 29 dan 30 jalan tol Nevada, terdapat sebuah jalan yang tidak bertanda.

Jalan yang masih belum diaspal itu ada di State Highway 375 yang mendapat julukan Extraterrestrial Highway.

Baca Juga: Perang Gaib Gunung Tidar dan Awal Penyebaran Agama Islam di Tanah Jawa

Meski tidak ada satu bangunan pun di sepanjang jalan yang belum diaspal itu, di peta penerbangan, jalan itu disebut menuju Danau Groom atau bandara Homey.

Bagi yang mempercayai teori-teori konspirasi yang ada, jalanan tersebut menuju pangkalan militer yang memiliki nama-nama tidak resmi seperti: Paradise Ranch, Watertown, Dreamland Resort, The Box, Detachment 3 dan Area 51.

Sebelum Perang Dunia ke II, kawasan sekitar Danau Groom merupakan tambang timah dan perak. Setelah perang meletus, pihak militer mengambil alih dan menjadikan tempat itu sebagai tempat riset untuk percobaan senjata dan teknologi nuklir.

Pada era perang dingin, CIA mengembangkan pesawat mata-mata untuk pengintaian. Direktur CIA saat itu, Richard Bissell, jr. menyadari pentingnya privasi dalam mengembangkan prototype dan teknologinya. 1955, dia dan desainer pesawat Lockheed Marteen, Kelly Johnson memilih daerah sekitar Danau Groom sebagai markasnya.

Komisi Energi Atom Amerika membangun markas baru di sana dan menamainya Area 51.

Dalam waktu 8 bulan, mereka akhirnya berhasil membuat pesawat U-2 yang mampu terbang diatas 70 ribu kaki yang membuatnya tidak terdeteksi radar misil dan pesawat Soviet.

Pengembangan terus dilakukan dan mereka berhasil membuat berbagai pesawat pengintai dengan bentuk dan bahan yang tidak lazim.

Setelah U-2 ditembak jatuh oleh Soviet pada tahun 1960, CIA memulai proyek baru pesawat mata-mata di Area 51.

Proyek itu menghasilkan pesawat A-12, pesawat berbahan titanium yang hampir tidak terdeteksi radar apapun.

Pesawat itu mampu melesat mengelilingi seluruh Amerika dalam waktu hanya 70 menit dengan kecepatan 3 ribu kilometer per jam.

Pesawat A-12 mampu terbang di ketinggian 90 ribu kaki, dan dilengkapi kamera canggih. Kamera itu bisa menangkap gambar sebuah objek yang panjangnya hanya 30 centimeter dengan ketinggian sejauh 90 ribu kaki.

CIA terus melakukan pengembangan dan uji coba berbagai pesawat mata-mata mereka di Area 51.

Beberapa pesawat tersebut yang terbang di Area 51 dengan bentuk anehnya, tertangkap kamera. Foto tersebut kemudian menyebar dengan berbagai argumen bahwa pesawat dengan bentuk aneh-aneh itu sebagai pesawat Alien.

Akhir tahun 80’an, Area 51 semakin terkenal dengan cerita-cerita soal sosok Alien. Cerita semakin diperkuat dengan pengakuan Robert Lazar, salah satu orang yang pernah bekerja di Area 51.

Dia menceritakan bahwa disana merupakan markas untuk belajar tentang teknologi pesawat Alien.

Tugasnya disana yakni untuk membuat ulang pesawat-pesawat Alien tersebut untuk kepentingan militer Amerika.

Baca Juga: Sejarah Queen & Arti Lagu Bohemian Rhapsody

Namun pada akhirnya, riwayat pendidikan Lazar dibantah. Dia diketahui tidak pernah menimba ilmu di Massachusetts Institute of Technology (MIT) atau California Institute of Technology seperti yang dia klaim.

Kebenaran yang Disembunyikan di Area 51

Extrateresterial Highway Rachel Nevada - kvoa

Gambar: Natgeo

Penjelasan resmi dari pihak Amerika kemudian menjelaskan bahwa para teknisi adalah untuk mempelajari teknologi pesawat dari negara lain, bukan dari dunia lain.

Namun, anggapan Area 51 sebagai tempat riset soal Alien masih berkembang hingga sekarang.

Klarifikasi itu baru dipublikasikan secara resmi kepada masyarakat luas pada tahun 2013.

Hal itu setelah pihak CIA mempublikasikan (Declassified) proyek soal pesawat mata-mata U-2 dan A-12.

Sebelumnya, warga setempat tahu dan yakin bahwa sesuatu sedang terjadi di gurun tersebut, namun detail penjelasan sangat langka dan sulit untuk diverifikasi.

Sampai saat ini, Area 51 masih terus menjadi markas untuk penngembangan teknologi militer yang canggih.

Baca Juga: Saat Kehidupan di Korea Utara Yang Kelam Tertangkap Kamera

Para ahli sejarah telah mengetahui apa saja jenis pesawat yang sudah dikembangkan hingga akhir tahun 1970-an.

Namun untuk tahun-tahun setelahnya masih menjadi misteri.

Setidaknya, perlu beberapa dekade lagi, untuk pihak berwenang melakukan publikasi resmi (Declassified) apa proyek-proyek baru yang bisa diakses masyarakat umum

Area 51 tetap menjadi pilar utama tentang keberadaan Alien dalam sejarah Amerika.

Wawancara terbaru dengan Robert Lazar, dengan seorang podcast terkenal, akhirnya melahirkan event “Serbu Area 51”.

Event itu menjadikan daerah sekitar Area 51 menjadi tempat festival bertema Alien. Sebelum adanya event Serbu Area 51, daerah sekitar sudah menjadikan tempat-tempat mereka berbau Alien, seperti museum, restoran, hingga karnaval. Tentu, hal itu mendongkrak ekonomi warga, dalam hal pariwisata.

Sumber: Natgeo

Perang Gaib Gunung Tidar Dan Awal Penyebaran Agama Islam Di Tanah Jawa

Previous article

Kisah Margot Wolk, Pencicip Makanan Hitler Yang Jarang Diketahui

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.